
Dalam kunjungan ke Yogyakarta kali ini, kencang berhembus kabar bahwa Pemerintah Daerah setempat akan melakukan sertifikasi makanan bagi para Pedagan Kaki Lima (PKL) dalam waktu dekat. Sertifikasi tersebut merupakan kerjasama antara Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, dalam upaya pemantauan higienitas dan kesehatan makanan yang lebih intensif.
Sebagian besar masyarakat sangat mendukung rencana ini. Mereka berharap sertifikasi ini dapat memicu para PKL untuk mengutamakan kebersihan dan kesehatan dalam makanan yang mereka jual, sehingga masyarakat dapat memperoleh makanan yang higienis dan sehat dengan harga terjangkau. Sedangkan bagi para pedagang, terlontar suara pro dan kontra dalam menanggapi kabar ini.
Paino (70), pemilik warung lesehan di sekitar Malioboro menyatakan penolakan terhadap rencana sertifikasi makanan tersebut. Dia yakin atas kebersihan makanan di warungnya dan beranggapan akan dipersulit dalam mendapatkan sertifikasi tersebut. ”Sertifikasi kebersihan dan kesehatan buat apa? Saya berjualan sejak tahun 1977 dan tidak pernah ada keluhan dari pelanggan yang sakit perut gara – gara makanan saya. Palingan sertifikasi itu juga nanti repot dan sulit”, begitu tanggapannya.
Sinyal dukungan dapat saya temukan pada tanggapan Juari (50), pedagang Nasi Rawon Setan di kawasan Laksda Adisutjipto. Dia menuturkan belum mengetahui tentang rencana sertifikasi tersebut. Meskipun demikian, Juari mengaku siap apabila warungnya dipantau rutin oleh Pemerintah. ”Wah saya belum mendengar tentang sertifikasi itu, tapi saya sih setuju sekali supaya masyarakat juga percaya, meskipun berjualan di pinggir jalan tapi makanan yang saya jual terjamin sehat dan bersih”, ujarnya.

4 komentar:
sangat setuju sama sertifikasi PKL
biar makanan PKL terjamin kebersihannya dan kita gak ragu lagi buat jajan di pinggir jalan
segera dilaksanakan aja
iyaa, aq juga ngedukung bgt sertifikasi ituu
tapi kayaknya baru rencana ya soalnya sampe skrg blm ada tindak lanjutnya, mungkin juga gara-gara masih banyak pedgang kaki lima yg kontra kalii ya
smoga cpet terealisasikan deh
kalau beneran ada sertifikasi,,makanan PKL jadi lebih terjamin kualitasnya,,pedagangnya untung jadi karena banyak pembeli,,pembelinya juga senang karena makanannya murah, berkualitas,,jadi lebih irit.
yg juga harus dipikirkan tu bagaimana cara agar pedagang KL bisa tetep mempertahankan kualitas daganganya, iya gak ,hehehe
Posting Komentar