Rabu, 06 Januari 2010

MERAPI..


Merapi. Identik dengan Gunung Api aktif yang sewaktu – waktu bisa menyemburkan laharnya. Akibat Letusan Gunung dan Gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya pada tahun 2006 lalu, wilayah sekitar Gunung Merapi juga ikut kena imbas. Beberapa bangunan runtuh dan Tempat perlindungan / bunker yang disiapkan untuk warga saat terjadi letusan pun ikut tertutup tanah. Walaupun sebagian tanah yang menutupi bunker tersebut sudah dikeruk, tetapi jalan masuk menuju bunker masih tertutup sebagian.

Hampir tidak pernah terbesit dalam benak saya untuk berkunjung ke sana. Apa bagusnya melihat Gunung ? Paling – paling hanya ada tanah dan pohon. Sepi dan Membosankan. Ya, itulah pemikiran saya sebelumnya. Hingga akhirnya saya dan keluarga mengunjungi mbok yang dulu ikut keluarga kami. Beliau tinggal di dekat kawasan Merapi tersebut. Kami diajak berkeliling daerah tersebut. Ternyata daerah sekitar wilayah ini benar – benar subur, pemandangannya indah, dan cuacanya sangat sejuk, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan (saya juga tidak akan percaya jika belum melihat sendiri ;p). Cukup banyak wisatawan yang berkunjung, termasuk wisatawan asing. Mereka yang bosan dengan hiruk pikuk perkotaan menemukan ketenangan di tempat ini. Mereka yang datang memiliki tujuan masing – masing, dari hiking, meditasi, hingga sekedar melihat reruntuhan bekas letusan dan gempa yang dijadikan objek fotografi.
Tak jauh dari tempat itu, tepatnya di Sleman-Yogyakarta, terdapat Museum Gunung Api Merapi. Tadinya untuk masuk museum ini tidak dipungut biaya sama sekali, tetapi sejak 1 Januari 2010 kemarin, pengunjung museum dikenai biaya Rp 3.000,- per orang. Mungkin untuk pemeliharaan dan renovasi bangunan. Lokasi yang agak jauh dari kota dan kurangnya promosi ke luar daerah menyebabkan tempat – tempat ini ”tersembunyi” dari masyarakat. Padahal jika dikelola dengan baik, tempat ini cukup memiliki potensi dan prospek yang bagus sebagai wisata edukasi.

1 komentar:

heru mengatakan...

kamu ke merapi dek?jyahaha
gitu donk sekali sekali ke desa jgn mejeng terus ;p
aku setuju bgt dek kalo tempat itu bisa lebih digali potensinya
eman eman kalo cuma ditelantarin gitu aja
kamu juga gak bakal tau kalo gak terpaksa kesana kan?
kita yang biasa hidup di kota pasti udah under-estimate dulu kalo dgr kata gunung padahal blm liat langsung

Posting Komentar